Dalam rangka memaksimalkan peran Unit Penyelenggara Program Studi (UPPS), Lembaga Penjaminan Mutu (LJM) Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Jum’at, 13 Dsember 2019 mengadakan Sosialisasi Desentralisasi Pengembangan Individual Dosen (PID). Acara yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 sampai 11.15 WIB di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah ini dihadiri oleh koordinator penjaminan mutu Fakultas/UPPS, anggota Gugus Penjaminan Mutu (GJM) program studi, dan Bendahara Fakultas. Dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt dan Tim LJM, acara ini mengusung agenda utama yakni sosialisasi tentang  perubahan dalam mekanisme pelaksanaan PID (desentralisasi PID) yang diinisiasi oleh LJM UMS.

Program Penelitian Pengembangan Individual Dosen (PID) sendiri dimaksudkan sebagai kegiatan penelitian dalam rangka membina dan mengarahkan para peneliti pemula untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan penelitian di perguruan tinggi. Penelitian ini diperuntukkan bagi dosen tetap atau dosen profesi UMS untuk merintis rekam jejak penelitian. Selain untuk mengarahkan dan membina kemampuan meneliti, program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana latihan bagi dosen untuk mempublikasikan hasil penelitiannya baik dalam jurnal ilmiah maupun dalam prosiding seminar atau konferensi. Setelah penelitian selesai, para peneliti diwajibkan untuk menyerahkan/mengunggah laporan hasil penelitian, luaran publikasi ilmiah, dan diharapkan dapat melanjutkan penelitiannya ke program penelitian lain yang lebih tinggi.

Jika sebelumnya pengelolaan PID dibebankan pada universitas melalui LJM, maka melalui desentralisasi ini, pengelolaannya dilimpahkan kepada masing-masing UPPS. UPPS melalui GJM kini diberikan kewenangan untuk mengelola usulan penelitian dan pengabdian PID oleh dosen di lingkungannya, mulai dari memilih reviewer, hingga memutuskaan apakah meng-approve atau merevisi usulan yang diajukan. Melalui desentralisasi PID ini, diharapkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian di lingkungan UPPS meningkat, dan mampu memaksimalkan pencapaian Key Performance Indicator untuk bidang penelitian dan pengabdian.

Selanjutnya, pada kesempatan ini Ketua LJM juga sekaligus menyampaikan arahan kepada anggota GJM yang hadir mengenai tugas pokok dan fungsi GJM.